Irezumi | 入れ墨

Yohoo! semuanya maaf-maaf sudah lama gak nulis artikel baru. Baru ada kesempatan lagi nulis, ini juga curi-curi waktu di kantor :p

Biar puas artikelnya dibikin panjang deh….mudah-mudahan gak bosen bacanya hehehehe

Okay kali ini saya akan membuat artikel tentang seni di Jepang yang sedikit berbeda. Namanya Irezumi [入れ墨]. Nah, apa sih Irezumi itu, buat yang penasaran silahkan dibaca kebawah ya :3. Mari kita mulai

Irezumi [入れ墨] adalah salah satu seni yang berkembang di Jepang (setidaknya untuk saya sih ini seni ya hehehe). Seni ini didunia barat lebih dikenal dengan nama tattoo. Setidaknya ada 5 nama yang bisa dipakai untuk seni ini,tergantung dari aksara Kanji yang dipakai, namun semuanya mempunyai arti yang hampir serupa.

Irezumi [入れ墨] | berasal dari “Ire (入れ)” memasukan / meletakan dan “Sumi (墨) yang berarti tinta” dalam pengartian literal adalah memasukan tinta.

Sejarah Irezumi

Tradisi membuat tattoo di Jepang bisa ditelusuri sampai ke Era Jomon (era paleolitik | Jaman prasejarah) kurang lebih 10.000 tahun sebelum masehi. Pada jaman itu membuat tattoo adalah kegiatan spiritual atau terkadang hanya sebagai penghias tubuh saja. Beberapa peneliti berpendapat bahwa pola-pola yang sengaja dibuat dan terdapat pada tubuh pada zaman itu termasuk tattoo, walaupun tidak memiliki arti tertentu.

Lalu pada era Yayoi (300SM – 300M) beberapa desain tattoo mulai memiliki arti, namun masih berhubungan dengan kegiatan spiritual, namun pada era ini tattoo juga sebagai penanda status sosial di masyarakat. Saat memasuki era Kofun (300-600M) keberadaan tattoo mulai diasumsikan sebagai sesuatu yang negatif, dimana kepercayaan mentattoo sebagai kegiatan spiritual sudah mulai menghilang dan tergantikan. Yang pada era itu tattoo hanya digunakan untuk orang yang melakukan tindakan kriminal. Pandangan negatif terhadap orang yang menggunakan tattoo ini masih ada sampai sekarang.

Pada periode Edo dimasa pemerintahan klan Tokugawa, kota besar seperti Osaka dan Edo (sekarang Tokyo) mulai mengalami pertambahan penduduk dan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. Pada periode inilah masalah-masalah perkotaan mulai muncul, salah satunya adalah kriminalitas, dimasa ini juga setiap orang yang melakukan tindakan kriminal dan masuk penjara akan diberikan tattoo sebagai penanda bahwa orang tersebut pernah melakukan tindakan kriminal. Namun penggunaan tattoo pada periode Edo tidak melulu kearah negatif beberapa profesi seperti pemadam kebakaran yang biasanya bertelanjang dada ketika bertugas pasti memiliki tattoo, bahkan malu jika tidak memiliki tattoo.

Pemerintahan shogun pada zaman itu sebenarnya tidak memperbolehkan penggunaan tattoo oleh kelas samurai, namun beberapa samurai membuat tattoo pada tubuh mereka untuk menunjukan identitas. Namun desain yang digunakan oleh para samurai ini jelas berbeda dengan masyarakat biasa. Seni Ukiyo-e yang pada zaman ini pun banyak melukiskan para kesatria samurai yang memiliki tattoo .

Pada periode Meiji penggunaan tattoo dipenjara sebagai penanda orang yang melakukan tindakan kriminal mulai dihapuskan, karena pada periode itu terjadi restorasi besar-besaran dimana Jepang berusaha membangun rezim modern. Pada tahun yang sama (1872) di bulan November, departemen peradilan Jepang mulai menerapkan bahwa pembuatan tattoo dilarang walaupun hanya untuk penghias tubuh. Sampai kira-kira tahun 1948 penggunaan dan tindakan membuat tattoo sebagai sesuatu yang ilegal.

Namun nilai artistik dari tattoo Jepang sudah mendunia melalui para pelaut. Setelah menurunnya periode Meiji, keberadaan tattoo mulai sedikit diterima, karena ada beberapa politisi yang memiliki tattoo.

Memasuki era Modern, penggunaan tattoo masih dianggap sesuatu yang negatif pada sebagian besar masyarakat Jepang. Namun sekarang sudah banyak anak-anak muda yang memiliki tattoo, ini dipengaruhi oleh budaya barat. Tidak seperti di negara-negara barat, di Jepang toko tattoo sangat susah ditemui, biasanya para tattoo artis bekerja secara tersembunyi, dimana hanya beberapa orang saja yang tahu. Atau beberapa artis tattoo modern membuka toko tattoo nya di daerah yang banyak dikunjungi wisatawan asing atau tempat dimana banyak anggota militer Amerika tinggal.  Stigma negatif terhadap tattoo selalu dikaitkan dengan Yakuza, bahkan beberapa tempat publik seperti pemandian umum, pusat kebugaran, dan pemandian air panas melarang orang yang mempunyai tattoo untuk masuk. Bahkan banyak kantor perusahaan di Jepang melarang pegawainya menggunakan tattoo.

Proses pembuatan Irezumi

Tattoo modern di Jepang dibuat dengan cara yang sama seperti tattoo-tattoo di negara barat, yaitu menggunakan mesin dan dimana para klien bisa membawa desain yang mereka suka, atau memilih desain di toko tattoo tersebut mulai dari yang modern sampai neo-tradisional tattoo. Para seniman tattoo dari Jepang sangat diakui hasil seni tattoo nya di dunia. Walaupun masih ada stigma negatif di masyarakat, Jepang masih diakui sebagai negara yang  terbaik untuk membuat tattoo.

Walaupun banyak tattoo modern dibuat dengan menggunakan mesin, Irezumi tradisional (tatto tradisional) masih dibuat dengan cara yang tradisional juga, gaya tattoo tradisional biasanya dibuat oleh seniman tattoo yang sudah sangat berpengalaman para seniman ini disebut sebagai Horishi / Horimonoshi (彫り師 / 彫物師), namun keberadaan mereka sangat susah ditemukan. Tidak seperti para tattoo artis modern, sebagian besar para master tattoo tradisional ini tidak bekerja didaerah Tokyo. Dikatakan pembuatan tattoo menggunakan mesin tattoo saja sudah sakit, tapi Irezumi tradisional ini lebih menyakitkan, membutuhkan waktu yang lebih panjang dan biaya yang tidak sedikit.

Jika kita akan membuat tattoo Jepang yang benar-benar tradisional maka kita akan sering bolak-balik ke seniman yang sudah kita percaya, karena sistemnya berbeda dengan seniman tattoo dari negara barat. Dimana seniman tattoo tradisional ini akan selalu berdiskusi dengan kliennya sebelum membuat tattoo dibadan kliennya. Diskusi ini biasanya membicarakan tentang desain yang pas dengan tubuh si klien, bahkan jika tidak ada kesepakatan antara sang seniman dengan klien, sang seniman dapat menolak membuat tattoo di tubuh klien.

Alat-alat pembuatan tattoo yang masih tradisional sangat dipertahankan oleh para master tattoo. Dimana alat tattoo tersebut menggunakan pegangan kayu dengan ujung jarum yang berbeda-beda dari yang besar sampai yang kecil, dari yang satu mata jarum, hingga banyak mata jarum di satu alat.

Pembuatan tattoo akan dimulai jika seniman tattoo dan klien sudah sepakat dengan desain yang diinginkan, pertama kali yang dibuat oleh seniman tattoo ini adalah Sujibori (筋彫り) atau Outline layak nya sebuah gambar, outline ini adalah sketsa dasar nya. Sujibori ini dibuat dan harus selesai dalam satu sesi. Untuk para master tattoo, biasanya hanya melihat desain yang disetujui dan tidak akan menggunakan stencil untuk mulai mentattoo namun langsung digambar diatas tubuh klien. Pengerjaan outline ini memakan waktu yang cukup lama, dan setelah outline selesai dibuat, pemberian warna dan gradasi akan dilakukan setahap demi setahap, tergantung dari kemampuan klien untuk membayar. Ketika tattoo selesai dikerjakan, maka para seniman tattoo tersebut akan membubuhkan tanda tangan.

Alm. Horikazu Sensei – Salah satu Horishi Master

Desain & istilah dalam Irezumi

Layaknya seni tradisional Jepang yang lain, Irezumi ini juga mempunyai banyak desain dan istilah didalamnya.

Istilah yang paling dasar adalah Tebori (手彫り) | Memahat dengan tangan, berasal dari kata ‘Te’ (手) yang berarti Tangan dan Hori (彫り) yang berarti Memahat. Dikatakan memahat dengan tangan, karena saat mentattoo, para seniman ini seperti memahat tubuh kliennya. Seorang seniman Irezumi hanya dapat dikatakan menggunakan teknik Tebori, jika mentattoo tubuh kliennya menggunakan peralatan tradisional, bukan dengan mesin. Karena mentattoo dengan mesin mempunyai istilah sendiri yaitu Kikaibori (機械彫り).

Banyak seniman tattoo dari seluruh dunia kagum dengan teknik Tebori, karena dapat membuat gradasi warna yang sangat halus pada tubuh, yang tidak bisa dibuat oleh mesin tattoo. Untuk menguasai teknik ini seorang seniman pemula dapat menghabiskan waktu belajarnya selama 5 Tahun, dibawah bimbingan seorang master Horishi. Di masa modern sekarang ini jarum yang dipakai pada peralatan tradisional sudah mengikuti standar kesehatan, dimana jarum yang sudah dipakai harus diganti dan dapat dilepaskan dari pegangan kayunya.

Teknik Tebori ini mempunyai 2 gaya, yaitu Tsukibori (突き彫り) dan  Hanebori (羽彫り). Tsukibori dikatakan berasal dari daerah barat Jepang, seperti Osaka. dimana gaya tsukobori ini adalah dengan menusukan jarum sedikit lebih dalam, untuk memberikan warna pekat pada tattoo, sedangkan gaya Hanebori berasal dari Tokyo dan daerah selatan Jepang. Dimana gaya Hanebori lebih dikenal dengan hasil warnanya yang lebih halus dan sering digunakan untuk gradasi warna.

Desain-Desain Irezumi

Tattoo tradisional Jepang terlihat sekali mempunyai perbedaan dengan tattoo dari barat, yang paling mendasar adalah desain gambarnya. Desain gambar pada irezumi layaknya lukisan Ukiyo-e Hokusai, serta mempunyai banyak layer yang saling mendukung satu sama lain sehingga menjadi satu. Lalu posisi penempatan tattoo yang jika digabungkan juga terlihat menjadi satu. Layer-Layer yang digunakan pada irezumi mempunyai istilahnya sendiri-sendiri.

1. Suji-bori (筋彫り) – Suji-bori adalah Outline yang digunakan sebagai dasar dan awal mula pembuatan irezumi, sebelum masuk ke tahap pewarnaan 2. Bokashi (暈し). Bokashi adalah pola hitam yang mempunyai Flow dan biasanya tergradasi langsung dengan warna kulit, biasanya bokashi dibuat untuk menggambarkan Angin, air, awan atau sapuan dari gerakan pedang.

Bokashi yang merepresentasikan aliran air

3. Kakushibori (隠し彫り) – Dalam arti literal adalah “Pahatan yang tersembunyi”, yaitu tattoo yang dibuat didaerah tersembunyi, seperti di daerah ketiak, paha, atau daerah tubuh tersembunyi lainnya. Kakushibori juga sebutan untuk gambar atau tulisan yang disembunyikan didalam tattoo seperti didalam kuntum bunga. 4. Kebori (毛彫り) – Adalah garis halus yang biasanya menggambarkan rambut dari karakter yang ada pada tattoo. Namun tidak selalu rambut.

5. Keshobori (化粧彫) – adalah elemen sekunder pada tattoo, gunanya sebagai dekorasi disekitar gambar utama. Umumnya bergambar bunga sakura, daun-daun yang gugur 6. Nijubori / Futaebori – Adalah ketika sang seniman tattoo menggambarkan karakter utama (Karakter tradisional berdasarkan cerita rakyat) mempunyai tattoo ditubuhnya. Penggambara tattoo ditubuh sangkarakter harus benar-benar mirip dengan yang berasal dari cerita atau dari gambar referensi. Kira-kira seperti ini

7. Nukibori (抜き彫り) – Yaitu gambar utama dari sebuah tattoo, yang nantinya dikelilingi oleh Bokashi atau Keshobori. Berasal dari kata “Nuki (抜き)” yang berarti Tanpa. Nukibori dapat berdiri sendiri atau dibarengi dengan ornamen lain.

Nah itu tadi beberapa istilah dalam Irezumi dari sisi desain. Selain itu Irezumi mempunyai istilah dari sisi tata letak penggambaran tattoo di tubuh sang klien.

1. Hikae – Tattoo yang diletakan pada bagian dada biasanya menyambung dengan bagian lain. Hikae ini terbagi menjadi 2 lagi yaitu Fukai-hikae dan Asai-hikae

2. Nagasode (長袖)– Adalah tattoo yang diletakan pada keseluruhan bagian lengan, dari ketiak hingga pergelangan tangan. Nagasode ini juga dibagi lagi menjadi 2 yaitu Sichi-bu (七分) dan Go-bu(五分). Sichi-bu adalah tattoo pada lengan pada bagian bawah dari pergelangan tangan sampai dibawah siku, kira-kira 7/10 dari kesuluruhan lengan. Sedangkan Go-bu adalah tattoo pada bagian atas lengan, dimulai dari atas siku sampai ketiak, kira-kira 5/10 dari keseluruhan lengan.

3. Munawari – Adalah tattoo yang diletakan dari dada hingga ke perut, dengan menyisakan bagian tengah dari dada ke perut, sehingga memberikan efek seperti rompi yang tidak dikancing.

4. Tsubushi – Adalah tattoo yang diletakan di dada hingga keleher

5. Eguri – Sama seperti Tsubushi tapi pada eguri, bagian leher tidak ikut ditattoo dan disisakan jarak.

Untuk lebih jelasnya ini dia pembagiannya.

Irezumi_part

Tsubushi & Eguri

Tsubushi & Eguri

Pada Tsubushi bagian leher akan ikut di tattoo, sedangkan gambar diatas adalah contoh dari Eguri.

Motif dan Corak Desain Irezumi

Seperti yang biasa kita lihat Tattoo tradisional Jepang atau Irezumi mempunyai gambar yang luar biasa detail, gambar-gambar ini biasanya berasal dari cerita rakyat, mitos dan lain sebagainya. Namun ada beberapa motif atau corak yang biasa dipakai sebagai tattoo. Binatang mitologi seperti Naga, Kirin, Baku, Foo, dan Pheonix. Binatang biasa Ikan Koi, Macan , ular. Tanaman musim semi atau gugur. Dewa-Dewi dalam ajaran Shinto seperti tengu, raijin dan fuji. Buddha. Ukiyo-e seperti geisha atau kesatria samurai. Makhluk dunia lain seperti hannya. dan lain sebagainya.

Pemilihan corak ini bukan tanpa sebab, karena setiap corak tattoo mempunyai artinya masing-masing. Misalnya seperti ikan koi yang berenang keatas dan berubah jadi naga, mempunyai arti kerja keras yang tidak kenal lelah. Ikan koi hitam yang berenang kebawah mempunyai arti kebijaksanaan. dan lain sebagainya

Motif Koi

Motif topeng Hannya, dan Ukiyo-e samurai

Oke itu dia penjelasan tentang Irezumi, keren-keren ya desainnya. Jadi siapa yang mau coba buat Irezumi ini, atau ada yang sudah punya ? Kalau di Indonesia sendiri sih, saya cuma tau beberapa orang saja yang bisa membuat tattoo bergaya tradisional Jepang ini.

Okay sampai disini dulu artikel kali ini. Tunggu artikel lainnya ya.

じゃ。。。またね ^_^/

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Google フォト

Google アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

%s と連携中